Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Alas tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis kompetensi numerasi siswa berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis uji validitas Aiken’s V dan analisis model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan numerasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Alas sebagian besar siswa berada pada kategori sedang (51%), sementara 38% masuk dalam kategori rendah, dan hanya 11% yang memiliki kemampuan numerasi tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa dengan kemampuan numerasi tinggi juga sudah memenuhi ketiga indikator kemampuan numerasi. Siswa juga mampu memahami, menerapkan, dan bernalar dengan baik dalam menyelesaikan soal, dan siswa tidak mengalami kesulitan dalam soal dengan konteks personal, sosial budaya, maupun saintifik. Siswa kemampuan numerasi sedang dapat memenuhi 2 indikator kemampuan numerasi. Siswa juga mampu memahami dan menerapkan konsep pada soal, akan tetapi kesulitan dalam soal yang membutuhkan penalaran lebih lanjut, dan siswa lebih mudah mengerjakan soal dengan konteks personal dan sosial budaya, akan tetapi kesulitan dengan soal saintifik. Siswa kemampuan numerasi rendah mampu memenuhi 1 indikator kemampuan numerasi saja. Siswa juga pada proses kognitif mampu memahami soal, akan tetapi sulit menerapkan konsep dan melakukan penalaran, dan siswa KNR pada komponen konteks mampu mengerjakan soal dengan konteks personal, akan tetapi kesulitan dengan soal sosial budaya dan saintifik.