Sri Musriniawati Hasan
Prodi D-III Keperawatan Luwuk, Poltekkes Kemenkes Palu, Luwuk, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat dan Pencegahan Stunting di Pondok Pesantren Husnayain Nasrul, Nasrul; Hafid, Fahmi; Lisnawati; Amsal; Masudin; Sri Musriniawati Hasan; Wijianto
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.745 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v2i2.410

Abstract

Keberhasilan gerakan masyarakat sehat tidak terlepas dari kerjasama lintas sektor. Salah satunya dengan Lembaga Pendidikan keagamaan seperti pesantren. Pesantren dapat menjadi fondasi yang kuat bagi penggalakan gerakan masyarakat hidup sehat terutama bagi santri dan pengurusnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah terlaksananya kegiatan Sosialisasi Pesantren dan Santri Sehat Pesantren Husnayain Kota Palu. Metode pelaksanaan dengan Sosialisasi Pesantren dan Santri Sehat kepada 20 santri dan santriwati serta pengurus pesantren. Pelaksanaan pada tanggal 8-10 Februari 2021 di Pondok Pesantren Husnayain Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu Sulawesi Tengah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi ini adalah terjalinnya kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Palu dengan Pesantren Husnayain dalam rangka pembentukan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan pembinaan pesantren dan santri sehat di Kota Palu.
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat dan Pencegahan Stunting di Pondok Pesantren Husnayain Nasrul Nasrul; Fahmi Hafid; Lisnawati; Amsal; Masudin; Sri Musriniawati Hasan; Wijianto
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.745 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v2i2.410

Abstract

Keberhasilan gerakan masyarakat sehat tidak terlepas dari kerjasama lintas sektor. Salah satunya dengan Lembaga Pendidikan keagamaan seperti pesantren. Pesantren dapat menjadi fondasi yang kuat bagi penggalakan gerakan masyarakat hidup sehat terutama bagi santri dan pengurusnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah terlaksananya kegiatan Sosialisasi Pesantren dan Santri Sehat Pesantren Husnayain Kota Palu. Metode pelaksanaan dengan Sosialisasi Pesantren dan Santri Sehat kepada 20 santri dan santriwati serta pengurus pesantren. Pelaksanaan pada tanggal 8-10 Februari 2021 di Pondok Pesantren Husnayain Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi Kota Palu Sulawesi Tengah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi ini adalah terjalinnya kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Palu dengan Pesantren Husnayain dalam rangka pembentukan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan pembinaan pesantren dan santri sehat di Kota Palu.
Bantuan Kemanusiaan Civitas Akademika Poltekkes Kemenkes Palu untuk Korban Banjir Bandang Rogo, Sigi - Sulawesi Tengah: Humanitarian Assistance from Palu Health Polytechnic for Flash Flood Victims of Rogo, Sigi - Central Sulawesi Fahmi Hafid; Nasrul Nasrul; Linda Linda; Siti Hadijah Batjo; Gusman Gusman; Amsal Amsal; Masudin Masudin; Mardiani Mangun; Rina Tampake; Selvi Alfrida Mangundap; Erlina Erlina; Mooammar Safari; Ros Arianty; Sova Evie; Hasni Hasni; Masda Masda; Dwi Yogyo Suswinarto; Azwar Azwar; Yasmin H; Sri Sutiwi; Ekasari Dewi Pertiwi; Raoda Raoda; Sitti Aminah; Hasdrini Hasdrini; Salman Salman; Hanum Sasmita; Andi Bungawati; Novarianti Novarianti; Ade Irma Yulianti Gunawan; Nurindah Nurindah; Hardin Hardin; Sumiaty Sumiaty; Muliani Muliani; Putu Candriasih; Lisnawati Lisnawati; Aminuddin Aminuddin; Dedi Mahyudin Syam; Christine Christine; Muhammad Yani; Niluh Nita Silfia; Wery Aslinda; Adinda Adinda; Sri Musriniawati Hasan; Diana N. Sinurat; Irawati Tampuyak; Sukmawati Sukmawati; Wijianto Wijianto; Dian Kurniasari; Rugayah Said; Eka S. Riyanto; Hastuti Usman; Sri Restu Tempali; Ansar Ansar; Adhyanti Adhyanti; Elvyrah Faisal; Nurjaya Nurjaya; Kadar Ramadhan; Hamsiah Hamsiah; Dian Mega Listiawati; Sumarni Sumarni; Zainul Zainul
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.106 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i1.529

Abstract

Banjir bandang yang disertai material lumpur, batu dan kayu menerjang desa Rogo. Puluhan rumah warga tertimbun lumpur setinggi 1-2meter dan tidak layak huni. Dampak yang ditimbulkan seperti kekurangan makanan, air bersih serta kebutuhan dasar lainnya. Peran modal sosial dibutuhkan dalam upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang. Upaya melibatkan masyarakat dengan donasi atau bantuan kemanusiaan. Oleh karena jumlah korban banjir bandang cukup besar dan kebutuhan korban banjir bandang yang mendesak maka melalui kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan bantuan kemanusiaan civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palu untuk Korban Banjir Bandang Rogo, Kabupaten Sigi provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan penggalangan donasi dilakukan setelah informasi dari media sosial tentang kejadian banjir bandang di Desa Rogo. Pelaksanaan kegiatan dengan penyaluran sembako (Beras, minyak goreng, gula pasir, teh) nasi kuning, buah pisang, sayur-sayuran, Biskuit balita dan ibu hamil, popok, ember dan gayung. Kegiatan penggalangan donasi dan penyalurannya dilaksanakan pada tanggal 05-07 September 2021. Masyarakat Rogo yang terdampak banjir bandang menerima dengan baik bantuan yang diberikan dan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar.
Pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan Lokal untuk Pencegahan Stunting: Training on Making Local Based Supplementary Food for Stunting Prevention Wijianto Wijianto; Nitro Galenso; Rugayah Sahid; Djadid Subchan; Sri Musriniawati Hasan; Ekawati Riyanto; Dg. Mangemba; Aswati Aswati
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.343 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i1.718

Abstract

Jayabakti village is the most densely populated village that is at risk of suffering from stunting with 19.3% of the total under-five cases. The level of public knowledge about nutrition and poor nutritional intake from the fetus to children aged 2 years is one of the causes of stunting. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of the community, especially pregnant women and mothers of infants and under-five children in utilizing local food ingredients for making supplementary food. Training activities for making local food that demonstrate 4 types of menus, namely: breadfruit meatballs, pumpkin pukis, purple sweet potato steamed cake, and mackerel sticks were carried out by lecturers and students of Luwuk Nursing DIII study program in Jayabakti village on November 3, 2021. This activity increased the community's knowledge and skills. It can be seen from the results of the pre-test and post-test an increase of 17%. The enthusiasm of the participants in participating in the training activities was also very good.   ABSTRAK Desa Jayabakti yang merupakan desa terpadat di dunia berisiko mengalami Stunting dengan jumlah kasus 19,3% dari total balita. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang gizi dan buruknya asupan gizi sejak janin hingga anak usia 2 tahun adalah merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu bayi balita dalam memanfaatkan bahan pangan lokal untuk pembuatan makanan tambahan. Kegiatan pelatihan pembuatan makanan tambahan lokal yang mendemonstrasikan 4 jenis menu yaitu: bakso sukun, pukis labu kuning, bolu kukus ubi ungu dan stik ikan kembung dilaksanakan oleh dosen berserta mahasiswa, Prodi DIII keperawatan Luwuk di desa Jayabakti pada tanggal 3 November 2021. Melalui kegiatan ini telah terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat, hal tersebut terlihat dari hasil pre-test dan post-test terjadi peningkatan sebesar 17%. Antusias peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan juga sangat baik.  
The Effect Of Using SDKI And Wilkinson Book On The Accuracy Level Of Nursing Diagnosis by Poltekkes Palu Nursing Student: PENGARUH PENGGUNAAN BUKU STANDAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN INDONESIA (SDKI) DAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN WILKINSON EDISI 10 TERHADAP TINGKAT KETEPATAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN MAHASISWA POLTEKKES PALU Hasan, Sri Musriniawati; Mulyanto, Atim
Lentora Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v3i1.2054

Abstract

Nursing diagnosis is a clinical judgement made by a nurse about patients’ respond towards their health condition. Data shows that 40% of nursing students don’t have enough skills to make precise nursing diagnose. The aim of this study is to assess the effect of the use of the SDKI book and Wilkinson nursing diagnosis 10th edition book on the nursing students’ accuracy in making nursing diagnoses. We use a quasi-experimental method with the second grade of Poltekkes Palu nursing students as the subject of this study (n=93). The subjects were then divided into 3 groups. The first group was given the SDKI book as the intervention, the second group with the Wilkinson, and the third group was the control. Data were collected and analyzed with one-sample t-test (α<0,05) to assess the students’ nursing diagnose accuracy before and after interventions. Results show that there is a statistically significant increment before and after intervention in the Wilkinson group (α = 0,018). While there are no significant increments both in the SDKI group (9,2 point increment), Wilkinson group (42 point increment), and in the control group (10,8 point of increment). In conclusion, the use of Wilkinson nursing diagnoses 10th edition affects the increment of Poltekkes Palu students’ nursing diagnosis accuracy.
Edukasi protokol Isolasi Mandiri dan penyaluran bantuan keluarga terdampak pandemi Dikecamatan Luwuk: Education On Independent Isolation Protocols and Distribution of Assistance to Families Affected by The Pandemic In Luwuk District Said, Rugayah; Hasan, Sri Musriniawati; Subchan, Djadid; Mangemba, Dg.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 1 No. 2 (2022): MARET 2022
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v1i2.1057

Abstract

Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemic dunia oleh WHO, Dikabupaten Banggai kasus konfirmasi Covid- 19 Sebanyak 7.175 Jiwa terdiri dari 6858 orang Sembuh dan 317 Meninggal dunia, di Kecamatan Luwuk jumlah Kasus Konfirmasi Covid – 19 berjumlah 1.095 Jiwa.Penanganan Pasien Covid selain di Rawat di Rumah Sakit dilakukan Isolasi Mandiri di Rumah. Tujuan Kegiatan meningkatkan pengetahuan dan Pemahaman kepada pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri saat isolasi mandiri sesuai standar operasional prosedur PAPDI Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dan meningkatkan asupan gizi pasien terdampak pandemi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 03 s/d 05 Agustus 2021.Pasien yang terdampak Covid-19 menerima dengan baik Informasi yang diberikan melalui Saluran telepon Seluler dan keluarga menerima bantuan Sembako yang diberikan, pelaksanaan Kegiatan berjalan dengan lancer, kegiatan ini sangat penting merupakan salah satu tindakan memutus mata rantai penularan Covid – 19 dikeluarga dan masyarakat umumunya.
Edukasi EDUKASI MANAJEMEN BENCANA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA PELAJAR DI SMAN 2 LUWUK KABUPATEN BANGGAI: Disaster Management Education to Improve Disaster Preparedness among Students at SMAN 2 Luwuk, Banggai Regency Mangemba, Dg; Alfrida Mangundap, Selvi; Kurniasari Yuwono, Dian; Subchan, Djadid; Hasan, Sri Musriniawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v3i2.3456

Abstract

Introduction: The Banggai region and the Banggai islands are in an area prone to earthquakes and tsunamis. The Bangai and Banggai Islands areas experienced an earthquake with a magnitude of 6.9 on the SR which shocked the residents of Luwuk and caused a lot of damage. The aim of this service activity is to increase community preparedness, in this case students, in facing disasters. The methods used in this community service are lectures, questions and answers, and discussions. The tools and media used in this PKM are questionnaires, laptops, LCDs, screens and disaster management leaflets. The questionnaire contains questions related to health education material about disaster management which will be given to pre- and post-education respondents. Results: There were 94 participants in the activity, consisting of 6 teachers and 88 students. There was an increase in the proportion of participants with good knowledge of disaster management from 62.5% to 90%. The question item that shows the greatest improvement in knowledge is about important numbers that need to be known regarding disasters and signs of a tsunami. The suggestion from this activity is the need to improve education on disaster preparedness management for students at SMAN 2 Luwuk by increasing outreach and training activities related to disasters so that students are prepared to face disasters.  
Optimalisasi Pemanfaatan TOGA Dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Ponpes darussalam Toili Kabupaten Banggai: Optimizing the Utilization of Family Medicinal Plants in the Prevention of Non-Communicable Diseases at the Darussalam Toili Islamic Boarding School, Banggai Regency Subchan, Djadid; Wijianto; Sukmawati; Sri Musriniawati Hasan; Dg. Mangemba; Nurarifah; Hana Yulianti Muhammad; Nitro Galenso; Irawati Tampuyak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i2.4123

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, penyakit gagal ginjal dan penyakit jantung semakin menjadi ancaman serius yang merupakan penyebab kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mencegah dan penanggulangan penyakit tidak menular yaitu dengan pemanfaatan TOGA, Yang menjadi masalah pada alternatif ini adalah masih rendahnya pengetahuan Masyarakat khususnya para santri tentang berbagai jenis TOGA dan pemanfaatnnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi penggunaan TOGA dalam upaya pencegahan PTM pada santri di Ponpes Darussalam Toili. Sasaran yang terlibat pada kegiatan ini 76 orang santriwan dan santriwati. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu periapan pelaksanaan dan penutup. Pada tahap pelaksanan selain dilakukan edukasi melalui penyuluhan juga dilakukan demontrasi tentang berbagai jenis TOGA dan pemanfatannya, Hasil peniliaian pre-test dan pos-test terhadap peserta menunjukkan adanya peningkatan nilai tes sebelum dan sesudah mendapat penyuluhan. Rerata nilai pre-test peserta adalah 75.5 dengan SD 0.202 pada pengukuran kedua melaui pos test rata rata nilainya adalah 87.2 dengan SD 0.521. Dari hasil tersebut terlihat ada peningkatan skor sebesar 11.7 point. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000, yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor sebelum (pre test) dan setelah edukasi (post test). Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah promotif dan preventif yang penting untuk dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, melalui pemanfaatan TOGA dalam upaya pencegahan PTM
Penerapan Mirror Therapy untuk Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Kasus Stroke Non-Hemoragik : Application of Mirror Therapy to Overcome Physical Mobility Disorders in the Elderly with Non-Hemorrhagic Stroke Cases Yuwono, Dian Kurniasari; Sandagang, Windy Syafitri; Dg.Mangemba; Nurarifah, Nurarifah; Sukmawati, Sukmawati; Galenso, Nitro; Hasan, Sri Musriniawati; Mangundap, Selvi Alfrida; Umar, Nurlailah
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4144

Abstract

Background: According to the Indonesian Health Survey, 35.4% of people between the ages of 65 and 74 had a stroke. A non-pharmacological technique called "mirror therapy" uses the cerebral cortex's mirror neuron system to assist stroke victims recover. Purpose: This study aims to investigate the use of mirror therapy in older adults who have had non-hemorrhagic stroke. Method: A case study design of a single elderly patient in the Simpong Health Center area who suffered a non-hemorrhagic stroke in February 2025. Physical examinations, interviews, and observation were used to gather data, which were then processed and presented using a nursing care method. Results: The patient experienced headaches, dizziness when walking 8 meters, trouble sleeping, and frequent awakenings. He also had trouble using his left limbs. blood pressure 173/97 mmHg, rotational movement ability 90 degrees, and upper left extremity’s muscle strength is 3. Ineffective cerebral perfusion, decreased physical mobility, and irregular sleep patterns are among the nursing diagnosis. Vital sign monitoring, medication instruction, mobilization help using mirror therapy twice daily for 30 minutes for five days, and sleep support were among the therapies offered. Upper left extremity’s muscle strength increased by 4 with 180-degree rotating movements on the sixth day of examination. In conclusion, older adults who have had a non-hemorrhagic stroke may benefit from using mirror therapy to strengthen their muscles. Further research is needed to explore the effectiveness of this method on a wider scale