Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tingkat Akumulasi Nikel pada Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Pesisir Dawi-Dawi Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka Zakir, Ahmad; Hamid, Abdul; Emiyarti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.927 KB)

Abstract

Logam berat yang terdapat di perairan pesisir Pomalaa berasal dari adanya aktivitas pertambangan dan reklamasi pantai dengan mengunakan limbah bekas smelter. Logam berat dari aktivitas pertambangan oleh industri nasional pertambangan masuk melalui muara sungai menuju ke perairan pesisir, selain itu dengan adanya reklamasi pantai yang menggunakan material dari limbah tambang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar nikel pada kerang bulu. Penelitian ini dilaksanakan di perairan pesisir Dawi-Dawi Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka pada bulan Desember 2017 sampai Januari 2018. Analisis logam berat nikel dilakukan di Laboratorium Kimia Terpadu Institut Pertanian Bogor dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometric). Hasil analisis laboratorium diperoleh kadar nikel pada kolom air, kerang bulu dan sedimen berturut-turut berkisar 0,87 – 1,08 mg/L, 9,62 – 27,97 mg/kg dan 325,55 – 359,54 mg/kg. Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kadar nikel telah melewati baku mutu kualitas air untuk biota laut (0,05 mg/L). Semakin dekat dengan lokasi pengelolaan nikel (sumber pencemar) maka kadar nikel pada sedimen, kolom air, dan tubuh kerang bulu semakin tinggi.Kata Kunci: Anadara antiquata,  Kolaka, Nikel, Pomalaa
Komposisi Jenis dan Kepadatan Makroalga pada Jaring Kantung Apung Dengan dan Tanpa Menggunakan Sintetik Anti Foulingdi Perairan Pantai Lakeba Kota Bau-bau Sarifa, Sitti; Kasim, Ma'ruf; Emiyarti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.069 KB)

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan oleh mayoritas masyarakat di perairan Pantai Lakeba. Permasalahan yang ditemukan adalah menurunnya produktivitas rumput laut disebabkan oleh banyaknya permasalahan seperti penempelan makroalga baik pada talus maupun media budidaya rumput laut. Alat budidaya jaring kantung apung merupakan salah satu media yang mudah ditempeli makroalga. Salah satu upaya untuk meminimalisir penempelan makroalga adalah dengan pemberian sintetik anti fouling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroalga pada jaring kantung apung yang menggunakan sintetik anti fouling dan tanpa sintetik anti foulingdi perairan Pantai Lakeba Kota Bau-bau. Hasil penelitian menunjukan bahwa makroalga yang menempel pada jaring kantung apung yaitu jenis E. clathrata, C. crassa, U. fasciata, J. longifurca, P. triquete dan jenis tidak teridentifikasi. Makroalga yang paling sering ditemukan adalah jenis E. clathrata pada jaring kantung apung tanpa sintetik anti fouling. Kepadatan tertinggi terdapat pada jaring kantung apung tanpa sintetik anti foulingyaitu jenis E. clathrata sebesar 0,8 ind/cm2. Hasil uji statistik diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara kepadatan makroalga pada jaring kantung apung dengan dan tanpa menggunakan sintetik anti fouling. Pengkuran parameter lingkungan selama penelitian terlihat bahwa suhu berkisar antara 28-30 oC, Kecepatan arus 0,068-0,246 m/detik, salinitas 31-32o/oo, nitrat 0,0103-0,0500 mg/L, fosfat 0,0022-0,0029 mg/L dan DO 7-7,8 mg/L.Kata Kunci : Jaring kantung apung, Kappaphycus alvarezii, Makroalga, Sintetik anti fouling
Studi Preferensi Habitat Siput Tutut (Bellamya javanica) di Desa Amonggedo Kabupaten Konawe Puspita Sari, Wanti; Bahtiar, .; Emiyarti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.352 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi preferensi habitat siput tutut (Bellamya javanica) dan dilaksanakan selama satu bulan (Mei-Juni 2015) di Desa Amonggedo Kabupaten Konawe. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan kuadrat/plot berpetak dengan menempatkan kuadrat secara sistematis menurut garis transek. Hasil penelitian yang diperoleh pada stasiun lumpur mengalir dan lumpur tidak mengalir masing-masing adalah 1,37-1,5 ind/m2 dan 0,24-0,27 ind/m2. Keberadaan siput tutut di Desa Amonggedo melimpah karena disebabkan oleh karakteristik habitat yang relatife optimal. Pola penyebarannya mengelompok. Hasil pengukuran kualitas air pada masing-masing stasiun I−III yaitu rata-rata pH substrat 4,9 dan pada masing-masing stasiun IV−VI yaitu rata-rata 4,6; rata-rata suhu 260C; rata-rata kecerahan 0,3 dan 0,28 m. Tipe substrat pada masing-masing stasiun lumpur mengalir dan lumpur tidak mengalir didominasi oleh tekstur debu 74,77% dan 61,99% dengan kandungan bahan organiknya masing-masing 10,0117% dan 14,0337%. Berdasarkan analisis CA kualitas air yang paling mempengaruhi distribusi siput tutut dalam penelitian ini adalah kecepatan arus dengan nilai berkisar 0,52−1,05 m/detik.Kata Kunci: Preferensi, Distribusi, Siput Tutut, Lumpur Mengalir, Lumpur Tidak Mengalir
Distribusi ukuran dan kepadatan Kerang Kijing (Anodonta woodiana) di Sungai Nanga-Nanga Kota Kendari Sulawesi Tenggara Kasni, Wa ode; Bahtiar, .; Emiyarti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.955 KB)

Abstract

Sungai Nanga-Nanga adalah salah satu perairan yang berada di Kota Kendari. Masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) memanfaatkan perairan ini untuk kebutuhan sehari-hari dalam berbagai peruntukan, diantaranya adalah untuk kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi ukuran dan kepadatan kerang Kijing Taiwan (A. woodiana) di Perairan Nanga-nanga Kecamatan Poasia Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Pengambilan sampel Kijing Taiwan dengan cara menentukan titik pengambilan sampel pada tiap stasiun pengamatan dan membuat transek kuadran yang berukuran 5x5 m2 sebanyak 3 plot yang ditetapkan secara acak. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia perairan di lokasi pengamatan menunjukkan kisaran normal yang menunjang kehidupan Kijing Taiwan dengan nilai suhu berkisar 25-28,2 °C, kecerahan berkisar 31-83 %, kecepatan arus berkisar 0,03-0,10 m/s, kedalaman berkisar 0,83-0,88 meter, pH Substrat berkisar 6,8-6,9, dan bahan organik berkisar 1,36-8,84, sedangkan kelas tekstur pada lokasi pengamatan yaitu pasir sangat halus dan lumpur. Nilai kepadatan kerang kijing Taiwan tertinggi terdapat di stasiun I yang berkisar 1,37-1,56 ind/m2. Nilai terendah terdapat pada stasiun II yaitu 0,49-060 ind/m2. Pola distribusi kijing Taiwan pada stasiun I yaitu acak dengan nilai rata-rata 1,00, dan stasiun II mempunyai pola distribusi yang juga acak dengan nilai rata-rata 1,00. Hasil uji Chi-kuadrat menunjukkan pola distribusi kerang Kijing Taiwan di Perairan Nanga-nanga adalah acak dengan nilai berkisar 0,982–1,018.Kata Kunci : Anodonta woodiana, distribusi, kepadatan, sungai Nanga-nanga