Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menguatkan Nilai Sosial Melalui Dinamika Kelompok Sebaya: Studi Kualitatif Pada Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Azzahra, Lathifah; Hasibuan, Najwah; Hasibuan, Salsa Bila; Romatua, Saqila; Sapitri, Mila; Yusnaldi, Eka
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v4i1.113

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the strengthening of social values through peer group dynamics in social studies learning in elementary schools. Using a qualitative approach with case study methods, the research was conducted in a public elementary school involving fifth-grade students as research subjects. Data collection was carried out through participatory observation, in-depth interviews, and documentation during one semester of learning. The results showed that interactions within peer groups significantly influence the formation of students' social values, including cooperation, empathy, responsibility, and tolerance. Group dynamics formed in social studies learning facilitate students to develop social skills through discussion, group work, and collective problem-solving. This study found that the teacher's role as a facilitator is crucial in directing group dynamics towards positive social value development. The implementation of peer group-based learning proved effective in strengthening elementary school students' social values. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan nilai-nilai sosial melalui dinamika kelompok sebaya dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian dilakukan di sebuah sekolah dasar negeri dengan melibatkan siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama satu semester pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dalam kelompok sebaya secara signifikan mempengaruhi pembentukan nilai-nilai sosial siswa, termasuk kerjasama, empati, tanggung jawab, dan toleransi. Dinamika kelompok yang terbentuk dalam pembelajaran IPS memfasilitasi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial melalui diskusi, kerja kelompok, dan pemecahan masalah bersama. Penelitian ini menemukan bahwa peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam mengarahkan dinamika kelompok ke arah pengembangan nilai sosial yang positif. Implementasi pembelajaran berbasis kelompok sebaya terbukti efektif dalam menguatkan nilai-nilai sosial siswa sekolah dasar.
Dampak Pembelajaran Kurikulum Merdeka Di SD Jam’iyatul Washliyah Daulay, Afrahul Fadhila; Azzahra, Lathifah; Hasibuan, Appuannisa; Andina, Fadillah; Habibah, Azizatul; Karniawan, Fatimah Zahara
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 18 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13859034

Abstract

The Merdeka Belajar curriculum is an innovation in Indonesian education which aims to develop students' learning potential and interest. The aim of the independent curriculum is to improve the quality of learning, form independent student character, and reduce gaps in education. This research uses a qualitative research design. This research aims to determine the impact of implementation, positive impacts and negative impacts of the independent curriculum implemented at SD Al-Jama'iyah.
Evaluasi Pengembangan Media dan Sumber Belajar untuk Jenjang MI/SD Azzahra, Lathifah; Saragih, Maudyla Ali; Karniawan, Fatimah Zahara
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan media dan sumber belajar pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dengan pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang menelaah berbagai referensi akademik, termasuk jurnal ilmiah, buku ajar, dan dokumen kebijakan pendidikan. Fokus utama penelitian ini adalah pada identifikasi jenis media cetak yang digunakan, prinsip-prinsip dalam pengembangannya, serta efektivitas media tersebut dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan berbasis teknologi memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pencapaian pembelajaran. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru, dan kesesuaian isi materi dengan karakteristik siswa MI/SD masih menjadi hambatan. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkatan pelatihan guru, pengembangan media berbasis lokal yang sesuai dengan konteks siswa, serta pemanfaatan teknologi informasi secara berkelanjutan dalam praktik pembelajaran.
TOLERANSI KEANEKARAGAMANBUDAYA DAN SUKU BANGSA Azzahra, Lathifah; Ardiansyah, Rendy; Kurniasih, Lili; Nafiza, Badrun; Habibah, Azizatul; Yusnaldi, Eka
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v5i1.202

Abstract

Kebudayaan Indonesia dibentuk oleh keragaman kelompok etnis dan adat istiadat mereka,sehingga memerlukan pertimbangan khusus. Setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai budaya tersendiri yang turut membentuk identitasnya. Berdasarkan “Bhinneka Tunggal Ika”, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan budaya yang kesemuanya berbeda-beda antara satu suku dengan suku lainnya dan dapat dipahami dengan meneliti kekhasan budaya suku-suku tersebut. Di Indonesia saat ini, konflik antar suku masih menjadi permasalahan, khususnya di wilayah perbatasan. Permasalahan etnis dan budaya lainnya mencakup sulitnya melestarikan dan memajukan keanekaragaman budaya dalam menghadapi globalisasi dan modernisasi. Selain itu, kekhawatiran seperti perlindungan warisan budaya tradisional dan prasangka terhadap ras dan agama minoritas juga penting. Tujuan artikel ini adalah untuk meredam konflik etnis di Indonesia dengan memaparkan gagasan bahwa setiap suku mempunyai keunikan tersendiri. Hal ini jugaberupaya untuk mengurangi diskriminasi terhadap agama tertentu dan meminimalkan konflik antar kelompok etnis di negara kita. Dengan melakukan hal ini, penulis berharap dapat menyebarkan kesadaran akan budaya Indonesia dan mencegah setiap kelompok etnis melihat suatu permasalahan dari satu sudut pandang.