Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

GERAKAN EKONOMI KEAGAMAAN DAN POLITIK IDENTITAS MUSLIM PEDESAAN Nugraha, Firman
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.976 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.67

Abstract

The purpose of writing this article is to describe how the Islamic economy in the form of Baitul Maal wat Tamwil can portray itself as a representation of economic social movements in rural Moslems. The economic social movement is sustained by the Islamic identity politic in rural areas. Being a pious Moslem is the dream of every one. The one of characteristics of kaaffah in religion is to apply the values ??of Islam in all life dimensions including in the economy activity. With the study setting in Arjasari sub-districtBandung Regency and focus of this study is collectiving action on members of BMT Beyond Funds. The study was carried out through observation and interviews. The result of study shown there is a role of political identity in the success of BMT Beyond Funds as a movement of Islamic finance amid the economic struggle of rural Moslem agriculture in Arjasari. The Islamic identity politic appears in the social structure of rural communities with the majority of Moslems. The power of identity politic also gets a place through awareness, strategy and legitimacy. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bagaimana ekonomi Islam yang secara akademik lebih dikenal dengan ekonomi syariah dalam wujud baitul maal wat tamwil dapat memerankan dirinya sebagai representasi gerakan sosial ekonomi Islam bagi muslim perdesaan. Gerakan sosial ekonomi Islam ini sendiri ditopang oleh politik identitas Islam di perdesaan.Menjadi Muslim yang kaaffah, adalah dambaan setiap umat Islam.Salahsatu ciri kaaffah dalam beragama adalah menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam seluruh dimensi kehidupan tidak terkecuali dalam perekonomian. Dengan setting kajian di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung serta fokus kajian pada BMT Dana Akhirat, dimana studi dilakukan dengan observasi dan wawancara, dapat ditunjukkan bahwa ada peran politik identitas dalam keberhasilan BMT Dana Akhirat untuk menjadi oase pembiayaan syariah ditengah pergulatan ekonomi pertanian Muslim perdesaan di Arjasari. Politik identitas Islam tampak dalam struktur sosial masyarakat pedesaan dengan mayoritas beragama Islam.Kekuatan politik identitas ini juga mendapatkan tempat melalui kesadaran, strategi dan legitimasi
PERAN MAJLIS TAKLIM DALAM DINAMIKA SOSIAL UMAT ISLAM nugraha, firman
Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.692 KB)

Abstract

Abstraksi Bagaimana posisi majlis taklim dalam dinamika sosial umat Islam Indonesia menjadi tema kajian ini. Perjalanan panjang keberadaan majlis taklim dalam gerak perubahan sosial umat Islam menunjukan warna tersendiri pada setiap tempat yang kondisi sosialnya berbeda termasuk masa yang berbeda. Majlis taklim mengingat eksistensinya yang megakar kuat pada masyarakat Islam pada kurun waktu tertentu telah menjadi perhatian politik untuk mengukuhkan pola pengkaderan dan pembinaan masyarakat. Dan pada dimensi masyarakat urban ia dapat dikatakan sebagai respon masyarakat atas kondisi sosial di sekitarnya. Sementara pada masyaraat perdesaan ia menjadi bagian penting sebagai agen untuk melakukan perubahan ekonomi sosial jamaahnya. Hal ini merupakan refleksi dari peran sosial yang ada dalam dirinya   Abstract The aim of this article is to describe the position of majlis taklim in the social dynamics of Indonesian Muslims. The long journey of majlis taklim in motion social change has showed any variant color in every place different social conditions including different times. Majlis taklim by the existence of deep-rooted in Islamic societies at a certain time has become a political concern to establish the pattern of cadre and community development. On the dimensions of urban society it can be said as response to the public on social conditions in the vicinity. While in the rural it was became an important part as an agent for social change on economy congregation. This is a reflection of the social role of majlis taklim.
Pengembangan Sistem Pelatihan Jarak Jauh Berbasis Moodle di Balai Diklat Keagamaan Bandung Dedi Restendi; Firman Nugraha; Agus Trianto
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 8 No 2 (2020): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v8i2.166

Abstract

[MOODLE BASED DISTANCE TRAINING SYSTEM DEVELOPMENT IN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANDUNG]. Developing online training system is essential to create equalization over training opportunities, enrich learning materials, and increase trainees participation in learning. The development is also a medium to create accessible learning environment. Online training requires learning management system. One of the most widely used applications is Moodle. It has the latest version that can be used to improve online training’s quality, namely Moodle version 3.7.1. This study aims to find out Moodle-based remote training system implementation at Bandung Religious Training Center in 2020. Research and Development waterfall model is applied. Application testing is by using blackbox techniques. The analysis uses SCORM and Haughey theory. The result showed that Moodle-based remote training is considered good based on black box tests. It can be seen from several aspects of websites, such as appearance and content, implementation, institutional readiness, as well as facilities and infrastructure. Moodle 3.7.1 based remote training websites are recommended for socialization and provided remote training manual instructions
Gerakan Ekonomi Keagamaan dan Politik Identitas Muslim Pedesaan: Studi di BMT Dana Akhirat Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung Firman Nugraha
Jurnal Bimas Islam Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.67

Abstract

The purpose of writing this article is to describe how the Islamic economy in the form of Baitul Maal wat Tamwil can portray itself as a representation of economic social movements in rural Moslems. The economic social movement is sustained by the Islamic identity politic in rural areas. Being a pious Moslem is the dream of every one. The one of characteristics of kaaffah in religion is to apply the values ​​of Islam in all life dimensions including in the economy activity. With the study setting in Arjasari sub-districtBandung Regency and focus of this study is collectiving action on members of BMT Beyond Funds. The study was carried out through observation and interviews. The result of study shown there is a role of political identity in the success of BMT Beyond Funds as a movement of Islamic finance amid the economic struggle of rural Moslem agriculture in Arjasari. The Islamic identity politic appears in the social structure of rural communities with the majority of Moslems. The power of identity politic also gets a place through awareness, strategy and legitimacy. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bagaimana ekonomi Islam yang secara akademik lebih dikenal dengan ekonomi syariah dalam wujud baitul maal wat tamwil dapat memerankan dirinya sebagai representasi gerakan sosial ekonomi Islam bagi muslim perdesaan. Gerakan sosial ekonomi Islam ini sendiri ditopang oleh politik identitas Islam di perdesaan.Menjadi Muslim yang kaaffah, adalah dambaan setiap umat Islam.Salahsatu ciri kaaffah dalam beragama adalah menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam seluruh dimensi kehidupan tidak terkecuali dalam perekonomian. Dengan setting kajian di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung serta fokus kajian pada BMT Dana Akhirat, dimana studi dilakukan dengan observasi dan wawancara, dapat ditunjukkan bahwa ada peran politik identitas dalam keberhasilan BMT Dana Akhirat untuk menjadi oase pembiayaan syariah ditengah pergulatan ekonomi pertanian Muslim perdesaan di Arjasari. Politik identitas Islam tampak dalam struktur sosial masyarakat pedesaan dengan mayoritas beragama Islam.Kekuatan politik identitas ini juga mendapatkan tempat melalui kesadaran, strategi dan legitimasi
Peran Majlis Taklim dalam Dinamika Sosial Umat Islam firman nugraha
Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Bagaimana posisi majlis taklim dalam dinamika sosial umat Islam Indonesia menjadi tema kajian ini. Perjalanan panjang keberadaan majlis taklim dalam gerak perubahan sosial umat Islam menunjukan warna tersendiri pada setiap tempat yang kondisi sosialnya berbeda termasuk masa yang berbeda. Majlis taklim mengingat eksistensinya yang megakar kuat pada masyarakat Islam pada kurun waktu tertentu telah menjadi perhatian politik untuk mengukuhkan pola pengkaderan dan pembinaan masyarakat. Dan pada dimensi masyarakat urban ia dapat dikatakan sebagai respon masyarakat atas kondisi sosial di sekitarnya. Sementara pada masyaraat perdesaan ia menjadi bagian penting sebagai agen untuk melakukan perubahan ekonomi sosial jamaahnya. Hal ini merupakan refleksi dari peran sosial yang ada dalam dirinya Abstract The aim of this article is to describe the position of majlis taklim in the social dynamics of Indonesian Muslims. The long journey of majlis taklim in motion social change has showed any variant color in every place different social conditions including different times. Majlis taklim by the existence of deep-rooted in Islamic societies at a certain time has become a political concern to establish the pattern of cadre and community development. On the dimensions of urban society it can be said as response to the public on social conditions in the vicinity. While in the rural it was became an important part as an agent for social change on economy congregation. This is a reflection of the social role of majlis taklim.
EKSISTENSI AMANAT KEAGUNGAN ILAHI (AKI) PERSPEKTIF FUNGSIONALISME DURKHEIM firman nugraha
Al-Qalam Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.264 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i2.311

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan fenomena kelompok Amanat Keagungan Ilahi yang menyangkut ajaran, makna dan kolektifitas sosialnya. Analisis menggunakan perspektif fungsionalisme Durkheim yang menyatakan keyakinan beragama tidak hanya berkenaan dengan dimensi sakral yang bersifat personal melainkan juga kekolektifan. Data-data diperoleh dari dokumen hasil kajian terdahulu dan data-data hasil wawancara maupun copy transkrip ajaran yang berlaku di lingkungan AKI. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikatan primordial yang kuat atas kelompok oleh penganutnya didorong bukan hanya karena adanya motivasi sipiritual yang ditawarkan dalam ajaran AKI, melainkan juga adanya dukungan intimasi sosial yang kuat antar anggota sehingga mereka merasakan kenyamanan dan kebermaknaan dalam AKI. Kondisi ini meneguhkan konsep Durkheim bahwa keyakinan yang fungsional cenderung bertahan dan dipertahankan pemeluknya.
Manajemen Bursa Kerja Khusus (BKK) Dalam Meningkatkan Penyaluran Lulusan Kerja Ke Jepang Di SMKN 1 Mundu Kabupaten Cirebon Asih Kurniasih; Dian Widiantari; Firman Nugraha
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 1 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i1.753

Abstract

SMK has a component that specifically handles employment which called Specific Job Fair (BKK). This component is important in measuring the success of education in SMK, because BKK is an institution that plays a role in optimizing the distribution of SMK graduates and a source of information for job seekers. The purpose of this study was to find out the management of the Specific Job Fair in increasing job graduates to Japan at SMKN 1 Mundu, Cirebon Regency. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation studies. These data analysis technique consists of data reduction flow, data display flow and conclusion drawing flow. The results of this research on the management of the Japanese Specific Job Fair program at SMKN 1 Mundu Cirebon 1) Planning; The BKK at SMKN 1 Mundu Cirebon is carried out with a good management of preparation, namely the preparation stage consisting of team formation, goal formulation, strategy determination, program determination, procedure determination and budget determination, 2) Organizing; BKK SMKN 1 Mundu in carrying out its management establish good coordination with related parties, 3) Implementation; BKK SMKN 1 Mundu Cirebon in implementing of the Japanese program is very good, namely registration of job seekers, distribution of workers, implementation of recruitment, implementation of selection, placement of workers, 4) Supervision; Evaluation and follow-up, namely making reports and monitoring by the Principal and the Labor Office. Abstrak SMK memiliki komponen yang khusus menangani ketenagakerjaan. Bursa Kerja Khusus (BKK) Komponen ini penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di SMK, karena BKK menjadi lembaga yang berperan mengoptimalkan penyaluran tamatan SMK dan sumber informasi untuk pencari kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mngetahui manajemen Bursa Kerja Khusus dalam meningkatkan lulusan kerja ke Jepang di SMKN 1 Mundu Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari alur reduksi data, alur mendisplay data dan alur penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang manajemen Bursa Kerja Khusus program Jepang di SMKN 1 Mundu Cirebon 1) Perencanaan; BKK di SMKN 1 Mundu Cirebon melakukan pengelolaan manajemen perencanaan yang matang yaitu tahap persiapan yang terdiri dari pembentukan tim, perumusan tujuan, penentuan strategi, penentuan program, penentuan prosedur dan penentuan anggaran, 2) Pengorganisasian; BKK SMKN 1 Mundu dalam menjalankan roda kepengurusannya menjalin kordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, 3) Pelaksanaan; BKK SMKN 1 Mundu Cirebon dalam pelaksanaan program Jepang sangat baik yaitu pendaftaran pencari kerja, penyaluran tenaga kerja, pelaksanaan rekuitmen, pelaksanaan seleksi, penempatan tenaga kerja, 4) Pengawasan; Evaluasi dan tindak lanjut yaitu pembuatan laporan dan pemantauan oleh Kepala Sekolah dan Dinas Tenaga Kerja.
DEMOKRASI DAN PERDA SYARIAT: KASUS SUKABUMI FIRMAN NUGRAHA
Jurnal Dialog Vol 40 No 1 (2017): DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.295 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v40i1.175

Abstract

This article sheds some lights on the implementation of regional sharia regulations (Perda syariah) from the perspective of democracy, focusing on the aspects of representation and accountability. Qualitative study was employed in this research. The study finds out that the presence of regional sharia regulations in the context of democratic Sukabumi is substantially representative. This is due to the fact that Sukabumi people represent the majority group, which is Muslims. However, from the side of accountability, the regulations have low level of accountability since the sharia regulations have not solved the real issues amidst Sukabumi people. KEY WORDS: Accountability, Democracy, Regional Sharia Regulations, Reformation, Representative
MAJELIS TAKLIM SEBAGAI BASIS PEMBERDAYAAN UMAT Firman Nugraha
Tatar Pasundan : Jurnal Diklat Keagamaan Vol 12, No 33 (2018): Tatar Pasundan : Jurnal Diklat Keagamaan
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38075/tp.v12i33.60

Abstract

The aims of this article is to describe comparatively the model of community developmentbase on majelis taklim. The rationale framework is used that Islam and Muslims who become the majority can become social capital for community development. The results of this study conclude that the social context being the entry point for community empowering. The articulation of the developmentactivism was adjusted to the real problems. So that from the two majelis taklim are studied show a different development models, but in the same spirit to defend to the opressed.  Key words: Majelis Taklim, Transformative Councelling, the Oppressed, Islamic Economy.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Melalui Pelatihan Partisipatif Secara Daring Berbasis Heuristik Yudha Andana Prawira; Firman Nugraha
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 7, No 2 (2021): May 2021
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.7.2.307-316.2021

Abstract

Penelitian ini berangkat dari masih rendahnya kompetensi pedagogik guru madrasah di Jawa Barat. Tujuannya untuk melihat makna pelatihan partispatif daring sebagai upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru. Pelatihan secara daring selain dipandang efektif, juga dianggap tepat dimasa pandemi. Metode yang digunakan deskriptif analitik terhadap satu kelas pelatihan daring yang dilaksanakan di Balai Diklat Keagamaan bandung tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan hasil pelatihan berupa kompetensi pedagogik oleh peserta pelatihan berdasarkan perbedaan hasil pretes dan postes. Penelitian ini juga menemukan adanya peran motivasi peserta dalam proses pelatihan yang berkontribusi terhadap capaian hasil pelatihan tersebut. Sehingga, penelitian ini menyatakan bahwa pelatihan daring partisipatif bermakna sebagai upaya perbaikan kompetensi pedagogik guru, terutama masa pandemi.