Sahidin, Latief
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif dan Resiliensi Mutmainnah, Mutmainnah; Salam, Mohamad; Sahidin, Latief
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v9i1.48900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif  dan resiliensi. Berdasarkan  tujuan tersebut maka penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa reflektif resiliensi tinggi mampu memenuhi 4 indikator Polya,  mampu menerapkan prosedur yang sistematis dan  percaya diri ketika menyelesaikan masalah. (2) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa reflektif resiliensi sedang mampu memenuhi 4 indikator Polya dan  mampu  menggunakan strategi yang baik dalam menyelesaikan masalah. (3) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa reflektif resiliensi rendah mampu memenuhi 3 indikator Polya  dan mempunyai  Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis yang kurang. (4) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa impulsif resiliensi tinggi hanya mampu memenuhi 3 indikator Polya  (5) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa impulsif resiliensi sedang hanya mampu memenuhi 2 indikator Polya. (6) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa impulsif resiliensi rendah hanya mampu memenuhi 2 indikator Polya.
DESKRIPSI KEMAMPUAN PEDAGOGIK GURU MATEMATIKA Sahidin, Latief; Jazuli, La Ode Ahmad; Hasnawati, Hasnawati
Gema Pendidikan Vol 29, No 2 (2022):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/gapend.v29i2.25900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pedagogik guru matapelajaran matematika berkaitan dengan penguasaan karakteristik peserta didik, penguasaan teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, pengembangan kurikulum, Kegiatan pembelajaran yang mendidik, pengembangan potensi peserta didik, komunikasi dengan peserta didik, penilaian dan evaluasi, dan hal-hal apa yang mempengaruhinya. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan sampel responden berjumlah 70 orang guru SMP Kota Kendari. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner guru, dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kemampuan pedagogik guru sebesar 64,28% tinggi, rerata kemampuan pedagogik guru sebesar 28,55% sedang, dan rerata kemampuan pedagogik guru sebesar 7,16% rendah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pemahaman prinsip-prinsip kepribadian peserta didik; pemanfaatan media pembelajaran masih jarang; penyusunan silabus dan RPP sebagian besar masih copy-paste; pengalaman belajar melalui kegiatan menghasilkan karya kreatif masih jarang; pengembangan belajar mengembangkan Ipteks masih rendah; belum secara aktif melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran; serta hasil penilaian belum digunakan untuk perbaikan pembelajaran.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP Ningsih, Nidia Fauziah; Sahidin, Latief; Kadir, Kadir
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v12i2.48918

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dampak dari Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) yang menggunakan GeoGebra terhadap kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pasir Putih dalam merepresentasikan konsep matematik. Siswa kelas VII.2 dan VII3 SMP Negeri 1 Pasir Putih pada tahun ajaran 2022/2023 menjadi populasi penelitian. Hasil analisis data menunjukkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Model PBL yang menggunakan GeoGebra menunjukkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi dalam merepresentasikan konsep matematika, khususnya dalam konteks garis dan sudut, dengan nilai rata-rata mencapai 77,339, sedangkan siswa yang mengikuti Model PBL saja memiliki rata-rata kemampuan sebesar 69,861. Penelitian menunjukkan penggunaan Model PBL yang menggunakan GeoGebra di SMP Negeri 1 Pasir Putih secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika. Penggunaan Model PBL yang menggunakan  GeoGebra dapat dianggap sebagai pilihan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat SMP, terutama dalam konteks materi seperti garis dan sudut.
Teacher's Specialized Content Knowledge on the Concept of Square: A Vignette Approach Budiarto, Mega Teguh; Fuad, Yusuf; Sahidin, Latief
Mathematics Education Journal Vol. 15 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In learning geometry, the discussion about the definition of quadrilateral is a material that is difficult and not easily taught by the teacher. This study aims to explore the teacher's specialized content knowledge about square. This is a descriptive-qualitative research. The process of selecting subjects begins with searching prospective subject data according to the level of the teacher through a portfolio of 82 teachers in South East of Sulawesi: (33 First Teachers, 33 Young Teachers, and 16 Intermediate Teachers). The research subjects consisted of three teachers, namely: First Teacher, Young Teacher dan Intermediate Teacher with score > 50. Data were taken using vignette. The results show that there is a difference when the teacher is asked to define a square with when given a definition of a square. First Teacher is accurate when given a square definition with the symmetry and diagonal axis attributes; the side attribute is not accurate in giving arguments to the square definition. Young Teacher is inaccurate when given the definition of a square with side and angle attributes; accurate with symmetry and diagonal axis attributes; but it is not accurate when given a square definition. Regarding attributes of side; Intermediate Teacher revealed that the side and angle attributes are inaccurate but accurate with the symmetry and diagonal axis attributes but do not appear / are not used when asked to define a square. Specialized content knowledge First Teacher is better because it has been able to reconstruct concepts from a square, but Young Teacher and Intermediate Teacher are still influenced by concept images and figural concepts. DOI: https://doi.org/10.22342/jpm.15.2.11653.1-22
INVESTIGASI PEMAHAMAN KONSEPTUAL CALON GURU TERHADAP SEGIEMPAT Sahidin, Latief; Ikman, Ikman
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2020): Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v5i1.272

Abstract

Segiempat sebagai materi geometri sekolah sangat penting untuk dipahami oleh guru matematika. Materi segiempat yang esensial perlu dikuasai dan dimiliki oleh guru matematika yaitu definisi dan klasifikasi segiempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman calon guru matematika dalam mengungkapkan definisi dan mengklasifikasi segiempat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan bantuan vignette dianalisis dengan metode analisis isi. Data yang diperoleh selanjutnya direduksi, dikode, dikategori dan disimpulkan. Penelitian ini dilakukan dengan subjek calon guru matematika yang belajar di Pendidikan Profesi Guru Universitas Halu Oleo pada tahun akademik 2018, berjumlah 29 mahasiswa calon guru (8 laki-laki & 21 perempuan) berusia antara 23 – 28 tahun. Dari data diperoleh, ditemukan bahwa sebagian besar calon guru matematika cukup baik dalam mendefinisikan trapesium, persegi dan belahketupat tetapi mengalami kesulitan dalam mendefinisikan layang-layang, jajargenjang, persegipanjang secara ekonomis. Sebagian besar calon guru cukup baik dalam mengklasifikasi segiempat secara inklusif atau secara eksklusif, tetapi ada beberapa yang mengalami kesulitan mengklasifikasi persegi dan belahketupat dengan tepat. Sebagian besar calon guru masih berada pada tingkat developing-conceptual pemahaman konseptualnya terhadap segiempat.